Perbedaan cinta dan obsesi
Cinta dan Obsesi
Kata orang: "kau mampu berencana menikahi siapa tapi kau tak mampu merencanakan cintamu untuk siapa"
Dalam menjalani masa-masa remaja tentunya kita akan dihadapkan dengan rasa yang aneh ketika berhadapan dengan lawan jenis. Rasa yang indah ketika menatapnya, deg-degan kala mendapati senyumannya, sedih saat tak melihatnya dan senang saat dapat berbicara dengannya. Terkadang pula, saat-saat seperti ini kita menyimpulkan bahwa kita mencintainya. Atau, bisa jadi seperti ini, kita biasa saja, namun dia terlihat mendekati kita, memberi perhatian kepada kita, melakukan hal-hal yang melebihi teman biasa, dan selalu mau membantu kita. Lalu hal tersebut menjadikan kita berfikir bahwa tentu saja dia menyukaiku, tentu saja dia mencintaiku. Apakah benar seperti itu?
Disini kita akan memahami arti cinta terlebih dahulu. Apasih definisi cinta sesungguhnya? Cinta adalah ketika kau melihatnya maka kau akan tersenyum. Cinta adalah ketika dia bahagia kau akan ikut bahagia. Cinta adalah ketika kau terluka saat melihatnya berduka. Cinta berarti kau rela memberikan semua yang kau punya. Dan cinta adalah kau mau menjaganya tanpa diminta. Lalu, saat dia berkata menyukaimu, sayang kepada mu dan ingin memilikimu apakah itu cinta?
Cinta adalah ketika seseorang berkata mencintaimu namun dia tidak memaksa kehendaknya untuk memilikimu. Ketika hasratnya menggebu untuk dapat bersanding denganmu namun ia memilih untuk tetap mencintaimu dalam sepinya. Ketika ia terluka karena tak bisa memilikimu namun ia tetap tersenyum ramah kepadamu, tetap menjadikanmu tempat penitipan hati walau ia tau tak akan kau jaga. karena ia tau, cinta yang tulus kelak akan sampai kepada hati yang dituju. Tidak peduli seberapa lama sampai. Bukan masalah ia tak mampu memperjuangkanmu, namun ia menghargai keputusanmu. Ia menjadikanmu ratu yang pendapatnya patut didengar, yang keputusannya untuk dijalankan. Itulah cinta. Banyak orang berkata bahwa cinta tak harus memiliki. Itu benar. Karena orang yang benar-benar mencinta hanya ingin melihat orang yang dicintainya bahagia walau hatinya terluka. Cinta tidak bisa di logika. Kau tidak bisa berfikir "tinggalkan saja dia yang tidak menghargai pengorbananmu karena masih banyak wanita diluar sana yang mau bersanding denganmu", jika kau benar-benar dapat menerapkan kata-kata tersebut, berarti kau belum masuk tahap cinta, kau hanya suka, parahnya, kau hanya terobsesi untuk memilikinya.
Obsesi adalah hasrat yang kuat untuk memiliki. Ketika kau menyukai seseorang, kau akan terus berusaha agar ia bisa menjadi milikmu. Kau akan terus meminta agar ia mau bersanding denganmu. Antara cinta dan obsesi terkesan beda tipis. Namun jika obsesi, ketika ia berhasil mendapatkanmu, seiring berjalannya waktu ia tidak akan menjadikanmu ratunya lagi. Jika ia hanya terobsesi denganmu, ketika ia berhasil mendapatkan hatimu, ia tidak bisa menjaganya dengan baik, ia hanya sekadar penasaran saja denganmu dan bisa jadi sikapnya setelah itu akan berbeda. Ketika ia tidak bisa mempercayaimu, ia mengekangmu, ia tak memberi kebebasan untukmu, maka itu bukanlah cinta.
Masa-masa 20 tahunan adalah masa untuk benar-benar memilih mana yang terbaik untuk kita. Tentu saja kita juga harus punya target untuk kedepannya. Berusaha mengenali sifat dan karakter asli seseorang itu perlu agar kita tidak salah langkah, agar tidak ada kata menyesal karena telah salah pilih. Namun, semua kembali lagi kedalam takdir. Jika takdir ini memilih dia untukmu, maka sejauh apapun kau pergi, dialah tempatmu kembali. Dialah pelabuhan hati ternyaman untukmu. Tidak perlu terlalu ambil pusing urusan jodoh, kau cukup berusaha menjadi lebih baik saja, lalu berdo'a lah agar kau kelak ditemukan dengan ia yang benar-benar mencintaimu dengan tulus.
Temukan cintamu, simpan dengan sebaik-baiknya, lalu mintalah ia kepada DIA yang memilikinya.
Mantap,🥴😄✌️ hayo Jan Jan mba Tya ? Hayo ada apa hayou?😂✌️
BalasHapusKbbinya dipake lagi kakak biar lebih indah dibacanya ðŸ¤
BalasHapus