Sepenggal Cerita
"Nggak begitu caranya, kamu udah dewasa"
-kata manusia yang tidak pernah tau sisi gelap kita-
Sering kali orang lain hanya bisa melihat kita dari satu sisi saja. Kita orang yang mudah tertawa, kita orang yang baik, asik, ceria, humoris dan kita termasuk salah satu manusia yang sabar. Bisa jadi, orang mau bergaul dengan kita karena mereka menganggap kita seperti itu. Bisa jadi karena mereka tidak tau sisi lain dari diri kita. Mereka mau mengenal, berbicara, dan saling tertawa bersama karena mereka hanya mengenal sisi baik kita. Padahal... Kita hanya manusia biasa yang banyak sekali salah, banyak sekali rasa penyesalan, dan banyak sekali menahan amarah. Hanya saja, aku tidak perlu menceritakan itu semua kepada kalian. Hanya saja, cukup aku dan beberapa orang yang benar-benar orang terdekatku saja yang tau. Kau, tidak akan pernah tau sisi gelapku itu. Kita memang dekat, tetapi tidak sedekat itu untuk kamu mengerti diriku. Butuh waktu lama untuk menceritakan kisahku. Setahun? Dua tahun? Tiga tahun? Atau empat tahun pertemanan? Tidak cukup. Kisahku banyak. Maka, tidak mungkin bagiku untuk menceritakan sepenggal masalah itu kepadamu, karena kamu tidak akan mengerti apa maksud dari ceritaku. Karena kamu hanya mendengar sepenggal kisahku. Jadi berhenti merasa sangat mengenal diriku. Berhenti merasa bisa memberikan masukan, solusi, dan nasehat yang bahkan kamu tidak tau manfaat dari apa yang kamu ucapkan. Bisa jadi apa yang kamu dengar tidak sesuai realita. Bisa jadi apa yang kamu lihat hanya cuplikan sebuah drama. Kita tidak pernah tau faktanya. Kamu mendengar dariku, maka kamu akan berfikir sama sepertiku. Begitu juga ketika kamu mendengar dari orang lain, kamu akan berpihak padanya juga. Jadi, apabila aku tidak memberikan klarifikasi kepadamu, bukan berarti yang kamu dengar adalah kebenaran. Cukup bagiku memiliki satu tempat yang benar-benar tau dan mengerti diriku. Cukup bagiku didengarkan oleh telinga yang tidak berpaling dari ceritaku. Aku sudah merasa bersyukur ketika ada bibir yang diam dan tidak membantah ceritaku. Terimakasih kepada kalian atas semua perhatian yang telah dicurahkan untukku, tapi sekali lagi, jangan pernah merasa mengerti tentang hatiku karena kalian tidak akan pernah tau. Sebab hati dan perasaan seseorang tidak pernah ada yang tahu.
Kalian tidak akan pernah mengerti lelahnya menjadi diriku sebab kalian tidak merasakannya. Begitupun aku yang tidak bisa mengerti tentang kehidupan dan perasaan kalian. Kita tidak sedekat itu untuk berbagi rasa.
Komentar
Posting Komentar